Pendidikan Multikultural

by 10.24 0 komentar
Hasil gambar untuk pendidikan multikultural

Kita telah mendiskusikan banyak ide yang bermanfaat bagi relasi anak dengan orang dari kultur dan etnik yang berbeda. Berikut ini adalah rekomendasi dari pakar pendidikan multikultural James Banks (2001) untuk menjalankan pengajaran multikultural:
Pendidikan multikultural merupakan respons terhadap perkembangan keragaman populasi sekolah, sebagaimana tuntutan persamaan hak bagi setiap kelompok. Hal ini dapat diartikan bahwa pendidikan multikultural adalah pendidikan yang mencakup seluruh siswa tanpa membedakan kelompok-kelompoknya, seperti gender, etnis, ras, budaya, strata sosial, dan agama.
James Bank menjelaskan, bahwa pendidikan multikultural memiliki beberapa dimensi yang saling berkaitan satu dengan yang lain, yaitu:
  1.  Content Integration, yaitu mengintegrasikan berbagai budaya dan kelompok untuk mengilustrasikan konsep dasar, generalisasi, dan teori dalam mata pelajaran / disiplin ilmu.
  2. The knowledge construction process, yaitu membawa siswa untuk memahami implikasi budaya kedalam sebuah mata pelajaran.
  3.  An equity paedagogy, yaitu menyesuaikan metode pengajaran dengan cara belajar siswa dalam rangka memfasilitasi prestasi akademik siswa yang beragam baik dari segi ras, budaya, ataupun sosial.
  4. Prejudice reduction, yaitu mengidentifikasi karakteristik ras siswa dan menentukan metode pengajaran mereka. Kemudian, melatih kelompok untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga, berinteraksi dengan seluruh staff dan siswa yang berbeda etnis dan ras dalam upaya menciptakan budaya akademik yang toleran dan inklusif.
Pemberdayaan Murid
Pemberdayaan adalah memberi orang kemampuan intelektual dan keterampilan memecahkan masalah agar berhasil dan menciptakan dunia yang lebih adil.Menurut pandangan ini,sekolah harus memberi murid kesempatan untuk belajar tentang pengalama,perjuangan dan divisi dari kelompok kultural dan enis yang berbeda-beda (Banks,2001,2002,2003)

Sonia Nieto (1992),seorang keturunan Puerto Rico yang besar di New York City,percaya bahwa pendidikannya membuatnya merasa latar belakang kulturalnya terlihat agak buruk.Dia memberikan rekomondasi sebagai berikut :
·         Kurikulum sekolah harus jelas antirasis dan antidiskriminasi.Murid harus bebas mendiskusikan isu etnis dan diskriminasi.
·         Pendidikan multicultural harus menjadi bagian dari setiap pendidikan murid.Semua murid harus menjadi bilingual dan mempelajari perspfektif kulturalyang berbeda-beda.
·         Murid harus dilatih untuk lebih sadar budaya (kultur).

Pengajaran yang Relevan Secara Kultural
Pengajaran yang relevan secara kultural adalah aspek penting pada pendidikan multiultural (Gay,2000;Irvine & Armento,2001).Pakar pendidikan multikultural percaya bahwa guru yang baik akan mengetahui dan mengitegrasikan pengajaran yang relevan secara kultural ke dalam kurikulum karena akan membuat pengajaran menjadi lebih efektif.
Beberapa peneliti menemukan bahwa murid dari kelompok yang sama berperilaku dengan cara yang membuat beberapa tugas pendidikan menjadi sulit.

Meningkatkan Hubungan di Antara Anak dari Kelompok Etnis yang Berbeda-Beda
Ada sejumlah strategi dan program untuk meningkatkan hubungan antar anak-anak dari kelompok etnis yang berbeda-beda.Salah satu strateginya adalah kelas Jigsaw.Kelas jigsaw adalah kelas dimana murid dari berbagai latar belakang kultural yang berbeda diminta berkerja sama untuk mengerjakan beberapa bagian yang berbeda dari suatu tugas untuk meraih tujuan yang sama.


 Hasil gambar untuk ANAK SEKOLAH

Pemikiran Kritis dan Inteligensi Emosional
Murid yang belajar berpikir secara mendalam dan kritis tentang relasi antara – etnis kemungkinan akan berkurang prasangkanya dan tidak lagi menstreotipkan orang lain. Murid yang berpikir dangkal sering kali lebih banyak berprasangka. Akan tetapi, jika murid belajar mengajukan pertanyaan, memikirkan dahulu isunya ketimbang jawabannya, dan menunda dahulu penilaian sampai informasi yang lengkap sudah tersedia, maka prasangkanya akan berkurang.  

 Meningkatkan Toleransi
Teaching Tolerance Project menyediakan sumber daya dan materi kepala sekolah untuk meningkatkan pemahaman antar cultural dan hubungan antara anak kulit putih dengan kulit berwarna. Majalah dua tahunan Teaching Tolerance didistribusikan ke setiap sekolah negeri dan swasta di AS. Tujuan majalah ini adalah untuk berbagi pandangan dan menyediakan sumber materi untuk mengajar toleransi. 

Kaki Langit

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar